Rhacophorus nigropalmatus
Monday, November 11, 2019
Katak
Pohon Terbang (Rhacophorus pardalis) adalah ‘katak terbang’ yang masih bisa ditemukan di hutan primer dan
sekunder di berbagai tempat di Asia Tenggara. Katak ini tentu saja tidak
benar-benar terbang, melainkan meluncur layaknya terbang. Katak ini tergolong
cukup besar untuk ukuran katak pohon, ukuran katak jantan dewasa sekitar 50 mm,
sedangkan yang betina sepanjang 60-70 mm.
Ukuran yang cukup besar, tangan dan kaki yang
jari-jarinya yang saling terhubung lewat semacam sirip berwarna merah terang,
garis kuning di tubuhnya yang dihiasai titik-titik hitam, membuat katak pohon
terbang Kalimantan ini cukup mudah untuk diidentifikasi.
Untuk menjaga kulitnya tetap lembab, habitat
katak ini memang di daerah yang memiliki kelembaban tinggi atau di mana ada banyak
air, biasanya di daerah yang cukup hangat. Sirip yang menghubungkan jari-jari
di tangan dan kakinya memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon hingga
mencapai jarak 15 meter. Selaput di antara jari-jari di tangan dan kakinya
mampu menghasilkan daya ungkit selama meluncur.
Katak ini menghabiskan sebagian besar waktunya
di atas pohon, dan hanya turun ke tanah untuk bertelur. Karena hal tersebut,
belum banyak yang diketahui tentang kebiasaan katak ini. Populasi spesies katak
ini tersebar di Sumatera (termasuk Siberut dan Sipora), Kalimantan (Indonesia,
Malaysia, Brunei), dan Filipina (Mindanao, Negros, Bohol dan Luzon ). Oleh
IUCN, katak terbang ini dimasukkan dalam kategori “Least Concerned” karena distribusnya yang
luas, kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan, serta populasinya yang besar.
Namun, IUCN mengingatkan bahwa deforestasi telah menyebabkan populasinya
cenderung menurun, apalagi katak ini menghabiskan waktunya di pohon-pohon
tinggi.
edit

No comments:
Post a Comment